Archives

happy thanksgiving :)

suddenly i remember the thanksgiving party in my old office. since no turkey in Indonesia, chicken is ok lah πŸ™‚ So the boss ‘cooked’ 2 or 3 grilled chickens with special ingredients in her big oven and prepared also smash potatoes and others. Then the lunch was ready to serve.

At my time, the staff only a few, not more than 15, so it was a must to say what we were give thanks for…in our work, our family, or our personal life. Hearing all their thanks made me amazed…and now still amazed…of how great our Lord is.

Not only we gave thanks for big things or miraculous ones, even the smallest things or the ordinary ones that made us really grateful for Him…when we still have opportunity to open our eyes in the morning…hey, i’m still alive today πŸ™‚ …, to inhale the fresh air, to move all parts of our body, to smile with our lips, for the sun, for the family, for the work, for all things…

After all the giving thanks and praying for all things He has done and given, we were ready to eat now. The boss’ husband were ready with his knife and big fork to cut the chickens. “Which part do you want?” he asked us one by one…head, neck, breast, wings, etc. He cut the chicken for each of us…and then we started to enjoy the meals and also the togetherness again and again.

So, happy Thanksgiving πŸ™‚
What would you give thanks for today and tomorrow and so-on and so-on? πŸ™‚

Jakarta, 28 November 2013

sandwich any body? :)

How proud I am as her sister when she tagged several sandwich photos in her fb πŸ™‚ My little sister is very happy when I called her three days ago. She told me about how easy to make those sandwiches and her ‘willingness’…hhhmmm, a little bit hard to grab by my mind…to made them for her friends. Hey…make one first for your big sisters πŸ™‚

sandwich ala dinar

Jakarta, 15 March 2013

Towel’s Story

A few months ago, whenever looking at my towels, I just said that I need new ones. But still the price is still expensive. Decided to wait for towel sale or big discounts. Then luckily, at the end of November, the mall nearby the office promotes big discount…40% for the towel I need.

Just go to the mall, review the colors, decides to buy which one, go to another mall, reviews all the prices, and then do not buy it at all πŸ™‚ I don’t know…I need it but I cant make my head and my hand to put the new towels in the plastic bag, and pay them. Time goes by and the discount is expired, but I dont feel disappointment though.

Then there is AGAPE celebration in the second week of December. You guess what…the gift for each teachers is towel! Yeyayyy…finally I’ve got a new towel. Perhaps this is the reason why I never buy the towel by myself. I just said to myself, I wish I would get another towel too for Christmas gift in the office. My wish comes true.

Today, in my birthday, someone in the office (since we dont know who is the gift giver…everyone just pick a name lottery to buy him/her gift) gives me a maroon towel (the color I favor), though it just a medium towel. But it’s Terry Palmer’s πŸ™‚

My dearest God…You have such a great sense of humor. Xie xie ni for Your generosity.

Jakarta, December 21, 2012
PS:
* Today is not a doomsday πŸ™‚
* One staff provides B2 satay and Bakut for lunch as a celebration of the 1st bday of his daughter
* For me and my twin, we buy coypan (a kind of pangsit with bengkoang content) for the morning snack
* For afternoon, a farewell party of several interns who already help us in the office for 3 months

empek-empek

Saat di Solo, empek-empek adalah satu-satunya makanan yang ingin ku makan tapi ga kesampaian πŸ™‚ Masalahnya sih sepele … aku ga berani masuk sendirian ke warung makan yang menjual empek-empek. Tapi jika ngajak teman, aku yang malu. Masa sudah se-gedhe gaban begini belum pernah makan empek-empek sih …

Sampai akhirnya aku bisa kerja di Jakarta saat ini. Ternyata apa yang kurindukan di Solo, disediakan melimpah saat bekerja di kantor baru ini. Mulai dari empek-empek eceran yang dijual dengan gerobak dorong di depan kos sampai empek-empek asli buatan Palembang pun pernah kucicipi.

Seminggu yang lalu, temanku yang dari Palembang mengajakku dinner. Dia mengajak makan di warung empek-empek yang deket dengan tempat kos. Wah, ternyata empek-empek model yang ditawarkan ke aku. Jenis ini mirip dengan tekwan sih cuma isinya tahu putih dan lumayan besar. Kuahnya pun enak dan yang penting ada jamur hitamnya. Setelah ditambah cuka empek-empek dan sambal ijo, nikmat sekali saat menyantap makanan ini selagi masih panas.

Nah, khusus hari ini, temanku yang asli Bangka, membawakan empek-empek Bangka. Bentuk empek-empeknya lenjer biasa. Yang membedakan hanya sambal merahnya yang dikasi bumbu taoco. Ternyata enak juga πŸ™‚

Di antara semua empek-empek yang kunikmati, yang paling enak adalah empek-empek buatan maminya temenku yang dari Palembang. Terasa banget ikan tenggirinya dan ukurannya pun besar-besar plus cukanya yang nikmat.

Ternyata memang enak makanan empek-empek Palembang ini apalagi jika gratis πŸ™‚
Thanks guys karena membuatku menyukai jenis makanan ini

nasi uduk

Sudah sebulan ini ada tradisi baru di kantor untuk makan siang. Sekarang tiap Jumat, tidak ada lagi pesanan katering. Menu makan siang akan dimasak secara bergiliran oleh staf yang bisa masak atau dipesan dari rumah makan seperti nasi galung kemarin … masih ingat ceritanya kan?

Kali ini giliran nasi uduk yang disediakan oleh bibi tercinta. Si bibi ini jago masak lho karena dia bisa sendiri yang masak nasi uduk beserta rangkaian lauknya, sedangkan acara goreng-menggorengnya dilakukan di kantor.

Dulu pertama kali denger nasi uduk, terbayang nasi liwet khas Solo. Nasinya sih sama-sama gurihnya, meskipun tidak segurih nasi liwet Solo, tetapi rangkaian lauknya yang berbeda jauh. Nasi uduk ala Jakarta yang menjadi menu siang hari ini ditemani oleh sayur kentang, balado teri-kacang, ayam goreng bumbu kuning, orek tempe, pergedel kentang, telur dadar, emping, dan yang paling aneh adalah sambal kacang yang biasa dipakai sebagai sambal untuk sate madura. Aku ga terlalu suka nasi uduk karena bikin eneg di perut gara-gara gurihnya … tetapi jika ga ikutan makan bisa keroncongan nih perut…. Jadi kuambillah nasi uduk sepiring lengkap dengan rangkaian lauk yang tersedia. Yang orang Jakarta asli bilang jika masih ada yang kurang dari rangkaian lauk itu …bihun gorengnya. Walah, makan lauknya saja sudah kenyang apalagi ditambah bihun goreng …

Menu siang ini ditutup dengan es blewah & kelapa muda. Sangat menyegarkan untuk menggelontor rasa eneg yang mulai menjalari perut. … Kok aku mengeluh begini ya … kan nasi itu sudah didoakan dan ucapan syukur sudah dinaikkan untuk menu yang lumayan wah di siang ini … Thanks to bibi juga yang sudah menyediakan makanan enak ini

Jakarta, 3 Agustus 2007

nasi galung

Sayang jika tidak diceritakan πŸ™‚

Jenis makanan baru yang aku cicipi di belantara Jakarta ini disebut-sebut sebagai nasi galung. Sepintas dengernya nasi galuh … ternyata salah, nasi galung tepatnya. Yang sudah mencicipi dan menyukai nasi galung menceritakan tentang kenikmatan masakan ini. Akhirnya, kita-kita pun dibuat penasaran dan ingin mencoba makanan yang namanya unik ini. …sampai 2 kali makan πŸ™‚ [Jumat, 20 Juli 2007 dan 25 Juli 2007]

Ketika makanan itu datang, tampak sekali kemiripannya dengan nasi padang. Yang jelas ada sayur nangka tetapi isinya lebih beragam …kacang panjang, kentang rebus, kobis, dan kuah santannya yang sangat enak. Lalu ada daun singkong rebus, trus bihun goreng, lengkap dengan sambal merah dan sambal ijonya. Lauknya sih bisa milih … mo pake rendang ato ikan goreng. Nah, sama kan dengan kombinasi nasi padang. Hanya yang bikin enak, ada tambahan teri goreng yang membikin nikmat saat menyantap nasi galung.

Begitu makanan itu pun tersedia di meja makan …”Oo, itu to nasi galung …,” pikirku. Tapi yang penting, aku sudah tau bagaimana bentuk dan rasa dari makanan yang berjudul unik ini .. nasi galung πŸ˜‰

Jakarta, 27 Juli 2007

mie riau

Hari Minggu kemarin (29 April), aku ikut dengan rombongan kantor yang mengadakan book display di sebuah gereja. Itu adalah tempat bos kami beribadah. Ternyata setelah ibadah pertama selalu ada kelompok kecil yang bertemu untuk kembali membahas firman Tuhan. Kebetulan teman bos kami pintar memasak mie Riau dan itu menjadi makanan favoritnya. Dia sudah promosi jika mie Riau buatan temannya itu sangat enak. Sehari sebelumnya, bos kami sudah mengirim sms ke temannya itu. Dia pamit dan tidak bisa mengikuti kelompok kecil selesai ibadah 1. Alasannya karena dia masih akan presentasi tentang program dan produk kantor kami di ibadah 2. Tidak hanya itu saja, bos kami juga mengatakan akan mengajak 4 orang. Dia minta supaya temannya itu juga memasakkan bagi rombongan yang akan dibawanya ke gereja.

Sekitar jam 08.00, kami telah tiba di gereja. Sarapan juga ada yang nraktir. Temanku mengajak ibunya yang baru datang dari Cilacap. Ibunya temenku itu belum sarapan. Oleh karena itu, dia memesankan sate untuk kami berenam. Selesai makan, kami pun sudah siap di belakang meja display.

Nah, siang harinya, bos kami membagikan mie Riau kepada kami. Ada nama aslinya sih … tapi aku sudah lupa nih πŸ™‚ Namun, perutku rasanya kenyang banget. Aku ga bisa langsung makan di tempat itu. Masih kekenyangan setelah makan sate seporsi tadi pagi. Sepulang acara itupun aku juga belum ada niat untuk makan. Mie Riau baru bener-bener kunikmati sepulangku dari gereja, sekitar jam 20.00.

Bahan dasar mie Riau mirip dengan e-Mie. Bentuk mie-nya seperti spaghetti, ada potongan cakue, taouge rebus, kentang rebus, irisan mentimun, telur rebus, irisan cabe rawit, dan kuahnya. Ternyata enak sekali. Kuahnya mirip sambal gado-gado ala Solo. Rasa kacangnya sangat terasa dan lumayan manis. Ada titipan pesan dari bos kami bahwa kuahnya akan tambah nikmat bila disajikan panas-panas. Mengingat pesan itu, kuahnya aku panasi dulu dan kenikmatan mie Riau pun terasa banget di mulut. Bagiku secara pribadi, mie Riau jauh lebih enak dari e-Mie. Santapan itu kutambah dengan caisim rebus (sawi hijau) yang masih merupakan sayur kegemaranku. Biarpun ga matching, aku tetap menikmatinya dan sungguh-sungguh caisim menambah kenikmatan. Bos pun berencana untuk meminta temannya itu untuk memasakkan mie Riau dan dibawa ke kantor suatu hari nanti.

Jakarta, 01 Mei 2007