Archives

Negeri Para Roh

negeri-para-roh-cover

Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Publish Date: Nov 30, 2015

Novel ini merupakan kisah fiksi yang ditulis dengan apik berdasarkan kisah nyata 6 Juni 2006 yang dialami 5 insan saat longboat yang mereka tumpangi dijungkirbalikkan dahsyatnya ombak di tengah lautan Arafuru.

Dua kubu berkecamuk di medan benak . . . antara perasaan enggan dan perasaan sayang . . . selesai membaca buku karya Rosi L. Simamora. Namun perasaan sayang jika tak menuliskan apa yang kutemukan menjadi pemenang telak saat menuliskan tiap kata ini.

* Seperti naik roller-coster
Saat jiwa terkesiap manakala longboat dijungkirbalikkan di tengah lautan yang mengganas, tiba-tiba bab selanjutnya menenangkan jiwa dengan kilas balik cerita. Sesaat setelah tertawa mendengar keusilan Senna yang menggoda Sambudi dan obrolan Bagus dengan Hara, jiwa pembaca kembali dibawa membubung dengan hentakan gelora badai lautan . . . mencekam saat membaca perjuangan mereka. Lalu dibawa turun lagi dengan mengulas latar belakang cerita . . . lalu kembali lagi ke peristiwa celaka . . . sungguh piawai penulisnya menghentak jiwa pembaca bukunya.

* Sulitnya lepas dari masa lalu
Terkadang pahitnya luka karena cinta membuat seseorang memuntahkan sakitnya pada orang lain yang tak tahu kelamnya masa lalu dan siapakah lakon dalam buku ini yang sangat pas menggambarkannya? Pertemuannya dengan Hara memicunya untuk menguarkan ketidaksukaannya meski sebenarnya ia tak bermaksud melakukannya. Namun apa daya, semburan mulut yang tak bisa dikendalikannya sempat menggoreskan luka. Uniknya saat membaca celetukan Senna yang menggodanya, mulutku terbahak tertawa. Ingin tahu candanya?

* Berkutat dengan rasa kehilangan
Kental sekali gambaran tentang perjuangan batin Senna untuk bisa melepas kepergian sahabatnya, Bagus. Sampai halaman terakhir selesai dibaca, aku pun merasa tak terima dan terus bertanya apa yang terjadi pada Bagus. Secara nalar, ia berpeluang paling besar untuk selamat dari amukan badai Arafuru karena bisa berpegang di longboat dan ditemani Lucky dan Agus, tukang perahu yang paling piawai menguasai medan yang menggelora. Jadi bisa kebayang pergumulan Senna yang terus mempertanyakan di mana letak salahnya, ke mana perginya Bagus, susahnya untuk menerima kepergian Bagus untuk selamanya…karena tak ada bukti jasadnya. Apa yang dilakukan Senna untuk bisa melepas kepergian sahabatnya?

* Belajar memahami arti cukup dan dicukupkan
Drybox, gosong pasir, hujan, siput, kepiting, botol aqua yang masih ada setengah isinya, pulau tak bertuan yang tak terengkuh pasang . . . hal-hal sederhana yang dipakai sang Pencipta untuk mencukupkan kebutuhan empat jiwa yang berjuang melawan amukan gelombang di tengah laut Arafuru. . . . bagaimana bisa?

* Berkutat dengan rasa tak percaya diri
Tipikal gadis berada yang dimanja dan selalu dilindungi keluarga termasuk memilihkan segala sesuatu dalam hidupnya . . . tiba-tiba Hara memutuskan untuk mencoba sebagai presenter program Petualang dan entah bagaimana nasib bisa memilihnya untuk melanglang ke negeri para roh. Apakah petualangan itu bisa membentuk nyalinya?

* Kala iman dan keyakinan mistis beradu
Siapa yang mau bergulingan di lumpur ? Itulah budaya Asmat supaya roh orang yang meninggal tak mengusik raga, orang-orang yang hidup pun bergulingan di lumpur agar tak terendus baunya oleh roh si orang mati. Tetua meminta Bagus berguling di lumpur juga . . . tetapi ia menolak karena lebih memilih untuk berpihak pada imannya . . . itukah penyebab tak panjang usianya? Enam-enam-enam . . . 6 Juni 2006 . . . apakah karena kombinasi angka itu peristiwa nahas tersebut terjadi?

* Menggeluti segala kisah dunia roh
Menggeluti budaya Asmat dan tradisi pengayauan yang pernah mereka lakukan mewujud dalam kisah-kisah memikat sang pencerita dan juga Totopras. Saat mulut membeku melihat keteguhan Bagus meski pengalaman yang sama pernah dirasakan Topras sesaat sebelum kakak tersayangnya meregang nyawa. Dapatkah segala legenda tua dipercaya?

* Sekilas mengintip budaya dan tradisi suku Asmat
Saat membaca buku ini, pikiran diajak mengembara untuk mengenal sekilas suku di pedalaman Papua . . . budaya, tradisi, rumah, tanah, roh, keyakinan, pepohonan, . . . menambah kekayaan benak melalui dongeng yang dituturkan si pencerita tua.

* Saling menyemangati dan memberi perhatian
Saat ketakutan mencengkeram hati hati, ada Bagus dan Totopras yang memberikan suntikan semangat lewat obrolan, diskusi, dan cerita. Saat Sambudi menyerah kalah karena malaria, tangan Hara terus merawat orang yang membuat hatinya terluka. Saat Sambudi memeluk erat kamera di tengah gulungan ombak laut, saat Sambudi enggan berpisah dengan sepatu kesayangannya meski badan sangatlah penat setelah diombang-ambingkan badai . . . ada Bagus, Senna, dan Hara yang dengan lembut menghardiknya. Berhasilkah?

* Guilty feeling
Andai aku tak memaksa pulang hari ini . . . andai aku sabar menantikan jadwal penerbangan berikutnya . . . andai aku mendengar peringatan si pencerita renta . . . andai Bagus tak terpisah dari kami berempat . . . segala andai yang membuat hati merana . . .

* Kepiawaian menggali cerita
Tidak sekadar menulis . . . riset, kunjungan, wawancara dengan orang yang bersinggungan dengan peristiwa 6-6-2006, buku-buku bacaan yang dilahap, akses di dunia maya, bertemu pada tetua adat . . . demi memadukan kisah nyata yang membuat terpana, disisipi pernak-pernik budaya Asmat yang keramat dengan untaian kata-kata memikat jiwa . . . sungguh penulis yang luar biasa.

* Bacalah bukunya dan temukan sendiri harta Anda ­čÖé

Jakarta, 24 Mei 2016

Advertisements