Archive | September 2006

Olahraga??

“Besok pagi kita lari-lari pagi ya … kamu kan jarang olahraga.”

“Mbak, besok temeni aku sepedaan ya … kan bisa sekalian olahraga.”

“Kamu itu mbok olahraga dikit gitu … biar seger badannya.”

!–break–

Wah, kata olahraga bener-bener jadi momok. Bagiku olahraga hanya berlaku saat masih sekolah di SD, SMP, dan SMA karena menjadi salah satu pelajaran wajib. Selepas SMA, malasnya luar biasa jika diminta untuk melakukan aktivitas ini. Menurut banyak orang, olahraga itu menyehatkan badan dan bisa menjaga stamina tubuh supaya tetap fit. Tapi yang namanya malas … lebih enakan bangun siang tiap weekend daripada harus mandi keringat setelah lari pagi atau main sepedaan.

Nah, sekarang aku ga bisa berkelit lagi dari aktivitas yang satu ini. Aku bekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Kantornya terbagi menjadi empat lantai. Lantai pertama dijadikan sebagai gudang. Lantai kedua terdiri dari beberapa ruangan antara lain ruang bos, ruang sekretaris, ruang web, ruang makan, dan beberapa ruang lagi. Di lantai ketiga, ada ruang pekerja dan aula besar. Terakhir, di lantai empat, ada dua kamar khusus untuk tamu atau staf yang lembur.

Saat belum dapat tempat kos, atas belas kasih bos perusahaan, aku diperkenankan untuk tinggal di kamar yang ada di lantai empat. Tempat kerjaku di lantai tiga. Di kantor tidak disediakan lift atau eskalator. Jadi semua lalu lintas menggunakan tangga.

Kebayang penatnya kakiku karena sejak bangun tidur sudah berkali-kali naik turun tangga. Bayangkan saja … aku tidur di lantai empat sedangkan kamar mandi terdekat ada di lantai tiga. Jadi tiap pagi harus turun ke lantai tiga untuk mandi terus naik lagi ke kamar untuk mempersiapkan diri. Bersyukurnya aku bekerja di ruang pekerja yang ada di lantai tiga. Nah, pas makan siang wajib turun ke lantai dua lalu naik lagi ke lantai tiga untuk kembali bekerja. Begitu seterusnya sampai aku beristirahat malam di kamarku yang nyaman.

Kakiku sempat stress juga karena tiap hari dan berkali-kali harus menaiki dan menuruni anak tangga yang ga kehitung jumlahnya lagi. Nafas masih terengah-engah tiap kali mencapai kamar. Itu peristiwa saat tidur di kantor.

Sudah dua minggu ini, aku pindah ke rumah kos. Wah, naik tangganya lebih banyak lagi. Karena tiap pagi harus naik ke lantai tiga lalu absensi di lantai dua. Jika ada keperluan dengan gudang, maka harus turun ke lantai satu lalu kembali lagi ke ruanganku di lantai tiga.

Semula menggerutu gara-gara aktivitas itu. Namun sekarang mulai belajar mensyukuri karena naik tangga bisa menjadi olahraga yang menyehatkan kaki 🙂 Awalnya memang kedua kaki pegal semua … tetapi sekarang sudah terbiasa. Tinggal mengatur nafasnya saja supaya tida terengah-engah :))

Jadi sekarang, tanpa menyediakan waktu khusus pun, aku sudah berolahraga setiap hari 🙂

Advertisements