Archive | August 2006

Ah . . .

Ah, dia akan mengajariku sesuatu
Namun tidak seperti biasa dia melatihku
Dia mengusikku dengan pelajaran baru
Diambilnya aku dari tempat nyamanku
Aku menjerit tertahan
Air mataku jatuh berlinang
Tetapi dia tetap tegar mengajar
Ah, pelajaran apa yang akan kuterima
Harus seperti inikah caranya?
Kucari … dan terus kucari …
Suatu kepastian dan keteguhan hati
Untuk terus memandang sang pembimbing sejati
Dan meniti jalan-jalan baru yang harus kulalui
Walau tanpa kekasih hati

(Jakarta, 22 Agustus 2006)

Advertisements

Wajah Kecil Itu

Wajah kecil itu tertawa lepas …
“Monyet!” teriaknya saat ku garuk-garuk kepala
Wajah kecil itu merajuk manja …
“Bikinkan teh manis ya.” pintanya saat ku sedang santai
Wajah kecil itu tersenyum …
“Aku sayang kamu, Kak.” katanya saat kucium wajahnya
Wajah kecil itu meneteskan air mata …
“Aku tidak mau kakak pergi.” isaknya saat ku akan berpisah dengannya
Wajah kecil itu berlinang air mata …
“Kak, jangan pergi” pintanya saat kumasuk ke dalam kereta
Wajah kecil itu menangis tersedu-sedu …
“Kak ….” jeritnya saat kereta membawaku melaju
Wajah kecil itu … menahan pilu dan dia pun masih tersedu
Saat terbayang wajah kecil itu …
Demi masa depannya aku mengembara
tapi berpisah dengannya membuatku tersiksa
Wajah kecil itu … membayangi terus langkahku
memacuku untuk maju … walaupun rasanya pilu

(Solo, 21 Agustus 2006)

Kerinduan

Kala rindu menghunjam
Keinginan untuk pulang tiada tertahan
Asa membara saat tiba
Di rumah kepunyaan orang-orang tercinta
Beragam cerita dan canda memuaskan hasrat

Tak terasa waktu terus berjalan
Saat berpisah pun tiba
Luka hati yang dulu masih menganga
Kini dihunjam lagi dengan duka
Terbersit dalam pikiran
Salahkah aku pulang?

(Jakarta, 18 Agustus 2006)